Memilih Video Game: Grafis atau Gameplay?


Metrotvnews.com: Saat menantikan perilisan sebuah video game

, sebagian orang telah melihat beberapa cuplikan yang diberikan oleh pihak pengembang.

Tidak hanya satu atau dua, pihak pengembang memberikan beberapa trailer demi menjelaskan sekaligus mempromosikan apa yang ingin ditawarkan oleh game itu. Grafis atau kualitas visual menjadi aspek pertama yang terlihat saat pertama kali game menonton cuplikan itu.

Hal kedua berikutnya yang ingin dipamerkan oleh pihak pengembang adalah bagaimana cara memainkannya. Memang, beberapa trailer belum tentu menujukkan secara jelas seperti apa mekanisme permainan yang disusung sebuah video game. Namun, setidaknya, pemain sudah bisa membayangkan apakah game ini layak mereka mainkan atau tidak.

Grafis dan Gameplay menjadi dua aspek yang selalu mendapatkan perhatian gamer. Tidak bisa keduanya sekaligus, seorang gamer bisa saja memilih salah satu aspek sebagai lasan utama memainkan sebuah video game.

Sebagian orang menyatakan bahwa grafis kualitas wahid menjadi penentu bagus atau buruknya sebuah game. Di sisi lain, ada juga gamer bayang berpendapat bahwa gameplay bisa menutupi kekurangan dari sisi tampilan visual.

Grafis saat ini menjadi sebuah standar utama yang dipakai oleh beberapa pengembang ternama yang berada di bawah penerbit game terkemuka.

Proyeksi tampilan visual yang mumpuni memang harus ditebus dengan biaya pengembangan yang tidak sedikit. Contoh mudahnya saja, mereka harus membeli lisensi untuk game engine tertentu, ditambah dengan biaya lisensi software lainnya yang berfungsi sebagai perangkat pendukung.

Pengembang game independen seringkali memiliki fasilitas dan modal yang tidak sebanyak para pengembang ternama. Ada beberapa cara untuk menutupi kekurangan ini, salah satunya adalah dengan menggalang dana melalui situ pengumpulan dana, seperti Kickstarter atau Indiegogo.

Walaupun dana yang ditargetkan telah terkumpul telah mencapai target (seringkali melebihi target bila para donatur melihat prosepek yang menjanjikan), belum tentu mereka akan memanfaatkannya untuk membeli lisensi game engine berkualitas. Biaya pengembangan bisa dialihkan ke perekrutan pegawai tambahan yang mungkin sudah sangat berpengalaman dan terkenal di industri game.

Cara kedua adalah dengan menciptakan gameplay yang kuat. Menurut pengembang independen, sebuah game bisa dikatakan bagus ketika seorang pemain bisa “tersedot” ke dalamnya hingga tamat. Artinya, grafis yang wah tidak akan ada artinya jika pemain tidak bisa memahami maksud yang ingin disampaikan oleh sang kreator.

Kesimpulannya, grafis maupun gameplay, keduanya adalah aspek yang sebenarnya bisa dikembangkan secara beriringan. Kenyataannya, ketika bermain, gamer masih mengutamakan salah satu aspek sebagai alasan untuk memainkannya.

MOHON KOMENTARNYA

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s